Kamis, 31 Juli 2025
Minggu, 11 Agustus 2024
Perangkat Kurikulum Merdeka NEW 2024
Dokumen ini berisi hasil Break Down CP terbaru tahun 2024, Tujuan Pembelajaran, Hingga Analisis Tujuan Pembelajaran dan beberapa contoh modul ajar (yang include pembelajaran berdiferensiasi dan PSE) tiap tingkatan yang dapat dijadikan sebagai referensi.
Semoga memberi sumbangsih untuk peningkatan kualitas pendidikan yang lebih baik
Jumat, 08 September 2023
AKSI NYATA PLATFORM MERDEKA MENGAJAR
1. AKSI NYATA TOPIK MERDEKA BELAJAR
2. AKSI NYATA TOPIK KURIKULUM MERDEKA
3. AKSI NYATA TOPIK ASESMEN
4. AKSI NYATA TOPIK P3
5. AKSI NYATA TOPIK P5
6. AKSI NYATA TOPIK PERENCANAAN
7. AKSI NYATA TOPIK DIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN
8. AKSI NYATA TOPIK DISIPLIN POSITIF
9. AKSI NYATA TOPIK P5 SLB
10. AKSI NYATA TOPIK KKTP
11. AKSI NYATA TOPIK REFLEKSI DIRI
Kamis, 13 Juli 2023
BAHAN AJAR DAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK
BAHAN AJAR DAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK
KELAS 7
BAB 1 Bilangan
7.1.1 Bahan Ajar dan Lembar Kerja Siswa bilangan bulat
7.1.2 Bahan belajar dan Lembar kerja siswa membandingkan bilangan bulat
7.1.3
BAB 2 Aljabar
7.2.1
BAB 3 Rasio
KELAS 8
BAB 1 Bilangan Berpangkat dan Bentuk AKar
BAB 2 Teorema Pythagoras
BAB 3 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear 1 variabel
KELAS 9
BAB 1 Bilangan Berpangkat:
9.1.1 Bentuk akar: Bahan Pelajaran dan Lembar kerja
Minggu, 02 Juli 2023
Rangkuman Materi Matematika SMP
RANGKUMAN MATERI SETIAP POKOK BAHASAN
Berikut rangkuman materi matematika SMP setiap pokok pembahasan yang dapat diunduh
BAB I Bilangan Bulat dan Bilangan Pecahan
BAB II Bentuk Aljabar
BAB III persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel
BAB IV Persamaan linear dua variabel
BAB V Himpunan
BAB VI Aritmetika sosial
BAB VII Perbandingan
BAB VIII Bilangan berpangkat
BAB IX Barisan bilangan dan deret
BAB X Relasi dan fungsi
BAB XI Persamaan garis lurus
BAB XII Garis dan sudut
BAB XIII Segitiga dan teorema Pythagoras
BAB XIV Lingkaran
BAB XV Bangun datar
BAB XVI Bangun ruang sisi datar
BAB XVII Bangun ruang sisi lengkung
BAB XVIII Kesebangunan dan kongruensi
BAB XIX Statistika
BAB XX Peluang
BOOKLET KUMPULAN RUMUS MATEMATIKA (KURMA)
EBOOK MATEMATIKA SMP K13
Buku Elektronik Matematika K13
Senin, 19 Juni 2023
EBOOK MATEMATIKA SMP KURIKULUM MERDEKA
Minggu, 06 November 2011
Sejarah Bahasa Indonesia
A. Asal-usul Bahasa Indonesia
- Bahasa Melayu Sebelum Masa Kolonial Sesuai dengan bukti-bukti tertulis mengenai bahasa Melayu, namun dapat dipastikan bahwa bahasa Melayu sudah dipakai sejak jaman kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7. Adapun bukti-bukti tertulis pertama mengenai bahasa Melayu ini terdapat dalam prasasti-prasasti sekitar tahun 680 M, seperti prasasti Kedukan Bukit di sekitar Palembang dengan angka tahun 683 M, prasasti Kota Kapur berangka 686 M (Bangka Barat), prasasti Talang Tuwo berangka tahun 684 M, serta prasasti Karang Brahi berangka tahun 688 M (antara Jambi dan Sungai Musi).
- Bahasa Melayu Pada Masa Kolonial Ketika orang-orang Barat sampai ke Indonesia abad XVI mereka menemukan suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu merupakan bahasa yang dipakai dalam kehidupan yang luas bangsa Nusantara. Hal ini dapat dibuktikan dari beberapa kenyataan, misalnya seorang Portugis bernama Pigefetta, setelah mengunjungi Tidore, menyusun semacam daftar kata bahasa Melayu pada tahun 1522. Jan Huvgenvan Linschoten, menulis buku yang berjudul “Itinerarium ofte schipvaert Naer Oost Portugels Indiens.” Dikatakan bahwa bahasa Melayu itu bukan saja sangat harum namanya, tetapi juga merupakan bahasa negeri Timur yang dihormati. Baik bangsa Portugis maupun bangsa Belanda yang datang ke Nusantara mendirikan sekolah-sekolah. Mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar. Kegagalan dalam mempergunakan /menyebarkan bahasa-bahasa barat itu, memuncak dengan keluarnya keputusan pemerintah kolonial, KB 1871 No. 104, yang menyatakan bahwa pengajaran di sekolah-sekolah bumi putera diberikan dalam bahasa daerah atau bahasa Melayu. Perlu kita ketahui pula, bahwa pada waktu itu bahasa Melayu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: 1. Melayu tinggi yaitu bahasa Melayu sebagaimana dipakai dalam kitab sejarah Melayu. 2. Melayu rendah yaitu bahasa Melayu pasar atau pula bahasa Melayu campuran. 3. Melayu daerah yaitu bahasa Melayu yang dipengaruhi oleh dialek-dialek tertentu.
- Bahasa Melayu pada Masa Pergerakan Kemerdekaan Tokoh pergerakan mencari bahasa yang dapat dipahami dan dapat dipakai oleh segenap lapisan suku bangsa yang ada. Pada mulanya memang sulit menentukan bahasa mana yang dapat dipakai itu. Pemikiran terwujudnya bahasa persatuan, sebenarnya tumbuh sejak kesadaran kebangsaan, lebih memuncak lagi setelah Dewan Rakyat pada tahun 1918 berpikir tentang bahasa persatuan yang sangat diperlukan.
- Jika bahasa Jawa digunakan, suku-suku bangsa atau puak lain di Republik Indonesia akan merasa dijajah oleh suku Jawa yang merupakan puak (golongan) mayoritas di Republik Indonesia.
- Bahasa Jawa jauh lebih sukar dipelajari dibandingkan dengan bahasa Melayu Riau. Ada tingkatan bahasa halus, biasa, dan kasar yang dipergunakan untuk orang yang berbeda dari segi usia, derajat, ataupun pangkat. Bila pengguna kurang memahami budaya Jawa, ia dapat menimbulkan kesan negatif yang lebih besar.
- Bahasa Melayu Riau yang dipilih, dan bukan Bahasa Melayu Pontianak, Banjarmasin, Samarinda, Maluku, Jakarta (Betawi), ataupun Kutai, dengan pertimbangan pertama suku Melayu berasal dari Riau, Sultan Malaka yang terakhir pun lari ke Riau selepas Malaka direbut oleh Portugis. Kedua, ia sebagai lingua franca, Bahasa Melayu Riau yang paling sedikit terkena pengaruh misalnya dari bahasa Cina Hokkien, Tio Ciu, Ke, ataupun dari bahasa lainnya.
- Pengguna bahasa Melayu bukan hanya terbatas di Republik Indonesia. Pada tahun 1945, pengguna bahasa Melayu selain Republik Indonesia masih dijajah Inggris. Malaysia, Brunei, dan Singapura masih dijajah Inggris. Pada saat itu, dengan menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan, diharapkan di negara-negara kawasan seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura bisa ditumbuhkan semangat patriotik dan nasionalisme negara-negara jiran di Asia Tenggara.
B. Peresmian Nama Bahasa Indonesia
C. Mengapa Bahasa Melayu Diangkat Menjadi Bahasa Indonesia
- Bahasa melayu sudah merupakan lingua franca di Indonesia, bahasa perhubungan dan bahasa perdangangan.
- Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dielajari karena dalam bahasa melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus).
- Suku jawa, suku sunda dan suku suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional
- Bahasa melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas.
D. Peristiwa-peristiwa Penting yang Berkaitan Dengan Bahasa Indonesia
- Tahun 1801 disusunlah ejaan resmi bahasa Melayu oleh Ch. A. Van Ophuijsen yang dibantu oleh Nawawi Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim. Ejaan ini dimuat dalam Kitab Logat Melayu.
- Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku-buku bacaan yang diberi nama Commissie voor de Volkslectuur (Taman Bacaan Rakyat), yang kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel, seperti Siti Nurbaya dan Salah Asuhan, buku-buku penuntun bercocok tanam, penuntun memelihara kesehatan, yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
- Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kayo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertamakalinya dalam sidang Volksraad (dewan rakyat), seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.
- Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi pengokohan bahasa indonesia menjadi bahasa persatuan.
- Tahun 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
- Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia.
- Tanggal 25-28 Juni 1938 dilangsungkan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo. Dari hasil kongres itu dapat disimpulkan bahwa usaha pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia telah dilakukan secara sadar oleh cendekiawan dan budayawan Indonesia saat itu.
- Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
- Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan ejaan Republik (ejaan soewandi) sebagai pengganti ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
- Tanggal 28 Oktober – 2 November 1954 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia II di Medan. Kongres ini merupakan perwujudan tekad bangsa Indonesia untuk terus-menerus menyempurnakan bahasa Indonesia yang diangkat sebagai bahasa kebangsaan dan ditetapkan sebagai bahasa negara.
- . Tanggal 16 Agustus 1972 H. M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR yang dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
- Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia (Wawasan Nusantara).
- Tanggal 28 Oktober – 2 November 1978 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia III di Jakarta. Kongres yang diadakan dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda yang ke-50 ini selain memperlihatkan kemajuan, pertumbuhan, dan perkembangan bahasa Indonesia sejak tahun 1928, juga berusaha memantapkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia.
- Tanggal 21 – 26 November 1983 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia IV di Jakarta. Kongres ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke-55. Dalam putusannya disebutkan bahwa pembinaan dan pengembangan bahasa Indonesia harus lebih ditingkatkan sehingga amanat yang tercantum di dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara, yang mewajibkan kepada semua warga negara Indonesia untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, dapat tercapai semaksimal mungkin.
- Tanggal 28 Oktober – 3 November 1988 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia V di Jakarta. Kongres ini dihadiri oleh kira-kira tujuh ratus pakar bahasa Indonesia dari seluruh Indonesia dan peserta tamu dari negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Belanda, Jerman, dan Australia. Kongres itu ditandatangani dengan dipersembahkannya karya besar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa kepada pencinta bahasa di Nusantara, yakni Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia.
- Tanggal 28 Oktober – 2 November 1993 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VI di Jakarta. Pesertanya sebanyak 770 pakar bahasa dari Indonesia dan 53 peserta tamu dari mancanegara meliputi Australia, Brunei Darussalam, Jerman, Hongkong, India, Italia, Jepang, Rusia, Singapura, Korea Selatan, dan Amerika Serikat. Kongres mengusulkan agar Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa ditingkatkan statusnya menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan disusunnya Undang-Undang Bahasa Indonesia.
- Tanggal 26-30 Oktober 1998 diselenggarakan Kongres Bahasa Indonesia VII di Hotel Indonesia, Jakarta. Kongres itu mengusulkan dibentuknya Badan Pertimbangan Bahasa.
E. Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
- Kedudukan Bahasa Indoensia Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yang sangat penting yaitu : a. Sebagai Bahasa Nasional Seperti yang tercantum dalam ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ini berarti bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional yang kedudukannya berada diatas bahasa-bahasa daerah. b. Sebagai Bahasa Negara Tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 (Bab XV Pasal 36) mengenasi kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.
- Fungsi Bahasa Indonesia Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai : 1. Lambang kebangsaan 2. Lambang identitas nasional 3. Alat penghubung antarwarga, antardaerah dan antarbudaya 4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat.
- Bahasa resmi kenegaraan
- Bahasa pengantar di dalam dunia pendidikan
- Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
- Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.
A. Kesimpulan
- Sumber dari bahasa indonesia adalah bahasa Melayu Riau
- Bahasa Indonesia secara sosiologis resmi digunakan sebagai bahasa persatuan pada tanggal 28 Oktober 1928. Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia di akui setelah kemerdekaan Indonesia yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945.
- Bahasa Melayu di angkat menjadi bahasa indonesia karena bahasa melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (lingua franca) di nusantara dan bahasa melayu sangat sederhana dan mudah dipelajari serta tidak memiliki tingkatan bahasa.
- Bahasa indonesia memiliki kedudukan sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
Jumat, 20 Mei 2011
Renungan
Biarkan aku mengusap air mata yang tak henti menetes
Jika kau tahu apa yang melandaku, kau 'kan memaklumiku
Seolah aku terlempar di atas pembaringan di tengah- tengah keluarga
Sementara lengan-lengan mereka mombolak-balikkan tubuhku
Seolah aku disekeliling orang yng meratap, menangisi kematianku
Mereka datng membawa dokter untuk mengobatiku
Tapi, hari ini, tak satupun dokter bermanfaat bagiku
Parah sudah kondisiku
Tanpa ampun, kematian memreteli urat-uratku
Air liurku terasa pahit saat itu
Nyawaku hendak hengkang dari ragaku
Mereka memejamkan mataku
Semua pergi meninggalkanku
Sementara aku, putus asa dengan kondisi burukku
Perlahan, ke liang kubur mereka menurunkanku
Mereka menyuruh seorang untk menguburku
Membuka kain dari wajahku
Dari kedua matany air mata mengucur
Ia berdiri dengan raut menyala bak cairan membara
Di atasku, ia membariskan batu bata
Ia berucap, "Hamburkanlah tanah padanya.Sebaik-baik balasan dari yang kuasa."
Abdul Malik Al-Qasim, Nafas Terakhir(solo, 2009), hal.93-94
Sabtu, 26 Maret 2011
Senin, 21 Februari 2011
kehidupan
Kehidupan adalah sebuah tasbih, berawal dan berakhir dititik yang sama.
Bukan tasbih jika hanya terdiri dari 1 butir, bukan kehidupan jika hanya 1 dimensi.
Kehidupan akan sempurna jika telah melewati serangkaian butiran suka, duka, derita, bahagia, gagal, sukses, dan pasang surut.
Untuk melewati semua itu, dibutuhkan keberanian, kesabaran, kekuatan, dan perjuangan untuk terus berjalan dan mendaki.
Seperti tasbih yang melingkar, kehidupanpun demikian.
Kemanapun kita pergi dan berlari, kita akan tetap dalam lingkaran takdir Allah SWT sang pencipta.
Dari-Nya kehidupan dimulai dan padanya akan berakhir.
AMANAH
Cinta yang agung lahir karena sebuah amanah & merupakan wujud terindah dari kasih sayang yang tulus.
Ketika cinta hadir di atas segenggam cinta suci, maka akan jadi perenungan mendalam tentang sebuah skala priortas.
Cinta yang diwariskan seorang IBU yang darinya lahir makna cinta sesungguhnya.
Cinta memang hanya berusaha memberi tanpa menuntut balasan, seperti cinta sang IBU kepada Kita...
-
Buku Elektronik Matematika K13 Tersedia buku elektronik pegangan siswa maupun guru untuk kelas VII s.d. kelas IX Kurikulum 2013 disini
-
RANGKUMAN MATERI SETIAP POKOK BAHASAN Berikut rangkuman materi matematika SMP setiap pokok pembahasan yang dapat diunduh BAB I Bilangan ...
